-->
Contoh Aplikasi Sistem Informasi Geografi

Contoh Aplikasi Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografis merupakan sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi spasial (keruangan) berupa informasi yang mempunyai hubungan geometrik dalam arti bahwa informasi tersebut dapat diukur, dihitung, dan disajikan dalam sistem koordinat rujukan/bidang hitung yang baku, dengan data berupa data digital yang terdiri dari data posisi (data spasial) dan data semantiknya (data atribut)

Sistem Informasi Geografi
Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau juga dikenal sebagai Geographic Information System (GIS) akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang berarti seiring kemajuan teknologi informasi. Bergulirnya otonomi daerah beberapa tahun lalu dan peningkatan kebutuhan akan perlunya informasi kebumian dalam rangka pengelolaan sumberdaya alam menjadi pemicu peningkatan ini di Indonesia.

Berikut beberapa contoh aplikasi Sistem Informasi Geografi

Google Earth

Google earth merupakan sebuah aplikasi virtual globe yang aslinya disebut dengan Earth Viewer (pemetaan bumi) dan dibuat oleh KeyHole, Inc aplikasi ini merupakan pengolahan citra digital dari hasil pemantauan satelit. Pada tahun 2004 Google membeli aplikasi ini dari KeyHole, Inc untuk diterapkan dalam aplikasi berbasis web. Google memasukan semua data gambar pemetaan bumi yang diperoleh dari satelit untuk kemudian dapat diakses melalui web secara online.

google earth
Google Earth

Resolusi gambar sudah cukup tinggi untuk menampilkan gambar seluruh kota, bahkan dapat dengan jelas menunjukan objek seperti gedung, rumah dan jalan lengkap secara detail bahkan lengkap dengan warna. Tingkat resolusi gambar yang tersedia berdasarkan keinginan pengguna, tetapi pada umumnya daratan dapat ditampilkan dengan tingkat resolusi yang sangat tinggi sampai 15 meter. Seperti pada contohnya Las Vegas, Nevada, dan Cambridge, Massachusetts sampai tingkat resolusi tinggi sampai 15 cm (6 inchi). Google Earth menyediakan fitur untuk mencari alamat (hanya untuk beberapa negara), pengguna hanya perlu memasukan koordinat atau menggunakan mouse untuk membuka suatu lokasi.

Google juga memiliki model digital dari lapisan muka bumi yang dikumpulkan oleh radar NASA, sehingga kita bisa melihat gambar dari Grand Canyon atau Gunung Everest dalam format 3 dimensi. Tidak seperti peta biasa yang berbentuk 2 dimensi.

Sebagai tambahan pada November 2006 google menambahkan banyak fitur dan semakin banyak pula kota dan negara yang dapat kita lihat melalui Google Earth, seperti contohnya kota Las Vegas, Honolulu, New York, Washington dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang bisa dilihat dengan jelas sampai ke garis pantai.


GRASS (Geographic Resources Analysis Support System)

GRASS merupakan aplikasi gratis dengan menggunakan raster atau vektor topografi, maupun pengolahan citra dan produksi fungsionalitas produksi gambar yang dapat dioperasikan pada berbagai platform melalui GUI dan shell pada linux. Asal mulanya dikembangkan oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai sebuah alat untuk mengatur lahan dan perencanaan lingkungan oleh militer, GRASS telah berkembang menjadi sebuah aplikasi yang meluas dan digunakan oleh banyak lembaga pemerintah, pendidikan dan komersil, contohnya NASA.

GRASS (Geographic Resources Analysis Support System)
GRASS (Geographic Resources Analysis Support System)

Aplikasi GRASS yang paling terakhir telah menggunakan mesin pengolah vektor 2D/3D. Atributatributnya disimpan dalam basis data seperti MySQL, PostgreSQL/PostGIS dan SQLite. Sistem ini mampu memvisualisasikan data dalam bentuk grafik vektor 3 dimensi. GRASS telah medukung berbagai format raster dan vektor.

Chameleon

Chameleon dibuat pada MapServer sebagai pusat mesin pengolahan pemetaan dan bekerja dengan semua MapServer yang mendukung data format tersebut.

Chameleon merupakan sebuah aplikasi pengembangan pemetaan bumi melalui web yang open source dan dapat dikonfigurasi dengan mudah. Aplikasi ini juga dapat bekerja dengan baik dengan OpenGIS Consortium Standard untuk Web Mapping Service (WMS).

PostGIS

Merupakan perangkat lunak Sistem Informasi yang mendukung objek geografi pada basis data objek relasional PostgreSQL. PostGIS mengikuti fitur sederhana untuk spesifikasi SQL dari Open Geospatial Consortium yang terdiri dari :
  • Tipe geometri untuk points, linestrings, polygons, multipoints, multilinestrings, multipolygons dan sekumpulan objek geometri.
  • Dasar spasial untuk menentukan interaksi setiap objek geometri dengan menggunakan Egenhofer matrix 3×3. 
  • Operator spasial untuk menentukan ukuran suatu daerah, jarak, dll.
  • Operator spasial untuk menggunakan sekumpulan operasi seperti penggabungan, selisih dan perbedaan simetri.
  • Pengindeksan R-tree untuk mempercepat pemanggilan perintah spasial.
  • Kemampuan untuk mengindeks, yang dapat digunakan untuk performansi yang lebih tinggi pada campuran spatial/non-spatial query.


Implementasi PostGIS didasarkan pada objek geometri yang ringan/cepat untuk sistem dan fitur pengindeksan untuk menghemat ukuran (data) dan penggunaan memori. Dengan menggunakan objek geometri yang ringan dapat membantu server dalam meningkatkan jumlah data yang dipindahkan dari data fisik (hard disk) ke RAM/memory.

Versi pertama dikeluarkan pada tahun 2001 oleh Refraction Research atas ijin GNU Pulic License dan perkembangannya dilanjutkan sampai . Pada 2006, PostGIS telah diakui sebagai Simple Feature untuk SQL Database oleh Open Geospatial Consortium.

Thematic Map dengan MapInfo Professional,

Geographic Informatic System (GIS) saat ini dijadikan sebagai tool yang digunakan untuk pemetaan dan analisa terhadap banyak aktivitas diatas permukaan bumi. Teknologi GIS menggabungkan antara database operation, seperti query dan analisa statistik dengan peta. GIS memiliki power dalam membuat suatu peta, integrasi informasi, visualisasi skenario, memecahkan masalah yang kompleks, dan mengembangkan suatu solusi efektif terhadap objek geografi yang belum pernah ada sebelumnya.

Thematic Map dengan MapInfo Professional
Thematic Map dengan MapInfo Professional

MapInfo sebagai sebuah software GIS memiliki kemampuan dalam analisis data, menampilkan informasi geografis seperti berikut :
  • Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografi.
  • Sistem Manajemen Basis Data (DBMS).
  • Tools yang mendukung query geografis, analisis dan visualisasi.
  • Graphical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tools geografi.


Read more »
Analisi dan Apikasi Sistem Informasi Geografi

Analisi dan Apikasi Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografi (SIG) pada dasarnya digunakan untuk menjawab pertanyaan dan membuat keputusan. Untuk menggunakan SIG dengan benar, sangat penting untuk mengetahui apa yang anda inginkan dan menentukan alur proses untuk mendapatkan jawaban.

Analisi dan Apikasi Sistem Informasi Geografi

Analisis Sistem Informasi Geografi

Proses untuk mendapatkan jawaban pada SIG merupakan analis SIG. Pada umumnya proses tersebut, terbagi pada lima bagian yaitu :
  1. Menentukan pertanyaan : Mulai analisis SIG anda dengan memikirkan tentang infomasi yang anda butuhkan. Buat pertanyaan anda spesifik, hal ini akan membantu anda untuk memutuskan bagaimana pendekatan dan metode analisis yang digunakan, dan bagaimana mempresentasikan hasil.
  2. Memilih data : jenis data yang dipakai membantu menentukan metode analisis yang anda gunakan. Data yang anda pilih dan dimana anda akan mendapatkan datanya tergantuk kebutuhan dan anggaran. Paling penting adalah bahwa data anda berkualitas baik dan akurat.
  3. Memilih metode analisa: keputusan mengenai metode analisa yang digunakan berdasarkan kepada pertanyaan anda dan bagaimana hasil analisis akan digunakan. 
  4. Proses data: setelah memilih metode analisis, proses data dilakukan dengan cara yang masuk akal sesuai dengan tujuan anda.
  5. Melihat hasil: mengambil tindakan berdasarkan pada hasil analisis. Hasil anda dapat ditampilkan sebagai peta digital atau dicetak sebagai kertas peta.

Aplikasi Sistem Informasi Geografi

Aplikasi SIG adalah alat yang memungkinkan pengguna untuk membuat permintaan interaktif, menganalisa informasi spasial, mengedit data dan menampilkan peta. Aplikasi SIG dapat digunakan untuk pengelolaan sumber daya, manajemen aset, arkeologi, penilaian dampak lingkungan hidup, perencanaan perkotaan, pemetaan, kriminologi, sejarah, pemasaran, logistik dan keperluan lainnya.

Sumber : www.bekaintitama.co.id/analisis_dan_aplikasi_sig.html

Read more »
Konsep dan Komponen Sistem Informasi Geografi

Konsep dan Komponen Sistem Informasi Geografi

Sistem informasi atau data yang berbasiskan keruangan pada saat ini merupakan salah satu elemen yang paling penting, karena berfungsi sebagai pondasi dalam melaksanakan dan mendukung berbagai macam aplikasi. Sebagai contoh dalam bidang lingkungan hidup, perencanaan pembangunan, tata ruang, manajemen transportasi, pengairan, sumber daya mineral, sosial dan ekonomi, dll. Oleh karena itu berbagai macam organisasi dan institusi menginginkan untuk mendapatkan data spasial yang konsisten, tersedia serta mempunyai aksesibilitas yang baik.

Konsep dan Komponen Sistem Informasi Geografi


Terutama yang berkaitan dengan perencanaan ke depan, data geografis masih dirasakan mahal dan membutuhkan waktu yang lama untuk memproduksinya (Rajabidfard, A. dan I.P. Williamson 2000). Beberapa tahun belakangan ini banyak negara yang telah melakukan investasi dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan sistem informasi. Terutama dalam penggunaan, penyimpanan, proses, analisis dan peyebaran suatu informasi

Konsep Sistem Informasi Geografi

Sumber data untuk keperluan SIG dapat berasal dari data citra, data lapangan, survey kelautan, peta, sosial ekonomi, dan GPS. Selanjutnya diolah di laboratorium atau studio SIG dengan software tertentu sesuai dengan kebutuhannya untuk menghasilkan produk berupa informasi yang berguna, bisa berupa peta konvensional, maupun peta digital sesuai keperluan user, maka harus ada input kebutuhan yang diinginkan user.


Komponen Sistem Informasi Geografi

Secara umum, Sistem Informasi Geografis bekerja berdasarkan integrasi komponen, yaitu: Hardware, Software, Data, Manusia, dan Metode. 

Kelima komponen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Hardware

Sistem Informasi Geografis memerlukan spesifikasi komponen hardware yang sedikit lebih tinggi dibanding spesifikasi komponen sistem informasi lainnya. Hal tersebut disebabkan karena datadata yang digunakan dalam SIG, penyimpanannya membutuhkan ruang yang besar dan dalam proses analisanya membutuhkan memory yang besar dan processor yang cepat. Beberapa Hardware yang sering digunakan dalam Sistem Informasi Geografis adalah: Personal Computer (PC), Mouse, Digitizer, Printer, Plotter, dan Scanner.

2. Software

Sebuah software SIG haruslah menyediakan fungsi dan tool yang mampu melakukan penyimpanan data, analisis, dan menampilkan informasi geografis. Dengan demikian elemen yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:
  • Tools untuk melakukan input dan transformasi data geografis
  • Sistem Manajemen Basis Data.
  • Tools yang mendukung query geografis, analisis, dan visualisasi.
  • Geographical User Interface (GUI) untuk memudahkan akses pada tool geografi.

3. Data

Hal yang merupakan komponen penting dalam SIG adalah data. Secara fundamental, SIG bekerja dengan 2 tipe model data geografis, yaitu model data vector dan model data raster. Dalam model data vector, informasi posisi point, garis, dan polygon disimpan dalam bentuk koordinat x,y. Bentuk garis, seperti jalan dan sungai dideskripsikan sebagai kumpulan daru koordinat-koordinat point. Bentuk polygon, seperti daerah penjualan disimpan sebagai pengulangan koordinat yang tertutup. Data raster terdiri dari sekumpulan grid atau sel seperti peta hasil scanning maupun gambar atau image. Masing-masing grid memiliki nilai tertenti yang bergantung pada bagaimana image tersebut digambarkan.

4. Manusia

Komponen manusia memegang peranan yang sangat menentukan, karena tanpa manusia maka sistem tersebut tidak dapat diaplikasikan dengan baik. Jadi manusia menjadi komponen yang mengendalikan suatu sistem sehingga menghasilkan suatu analisa yang dibutuhkan.

5. Metode

SIG yang baik memiliki keserasian antara rencana desain yang baik dan aturan dunia nyata, dimana metode, model dan implementasi akan berbeda untuk setiap permasalahan.

Untuk mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis data, yaitu:

Data spasial

Data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, atau pun gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.


Data non-spasial

Disebut juga data atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu komponen utama dari Sistem Informasi Geografis adalah perangkat lunak (software). Dalam pendesainan peta digunakan salah satu software SIG yaitu MapInfo Profesional 8.0. MapInfo merupakan sebuah perengkat lunak Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang dikembangkan oleh MapInfo Co. Perangkat lunak ini berfungsi sebagai alat yang dapat membantu dalam memvisualisasikan, mengeksplorasi, menjawab query, dan menganalisis data secara geografis.

Read more »
Pengertian Sistem Informasi Geografi

Pengertian Sistem Informasi Geografi

Sistem informasi geografi (SIG) adalah sebuah alat bantu manajemen informasi yang berkaitan erat dengan sistem pemetaan, analisis dan pengolahan data terhadap segala sesuatu informasi yang terjadi di muka bumi dan bereferensi keruangan (spasial). Data yang ada diolah dalam suatu basis data. Sistem informasi geografi bukan sekedar sistem komputer untuk pembuatan peta, melainkan juga merupakan alat analisis. Keuntungan alat analisis adalah memberi kemungkinan untuk mengidentifikasi hubungan spasial diantara feature data geografis dalam bentuk peta. Semua data yang masuk disimpan di basis data. Basis data SIG berbeda dengan basis data sistem drafting biasa dimana dengan sistem drafting biasa, outputnya hanya berbentuk grafik. Sedangkan basis data SIG dapat menggabungkan data textual dengan data grafik.

Pengertian Sistem Informasi Geografi

Segala bentuk aktivitas manusia pasti akan melibatkan dan memasukkan ukuran geofrafis. Mulai dari orang yang ingin membuka restoran, seorang ahli geologi yang akan mencari emas, seorang broker saham yang sedang mencari pasar untuk mendapatkan kesempatan investasi, atau seorang engineer telekomunikasi yang ingin meletakkan sental, BTS, atau jaringan kabel,….dimana, kapan, dan bagaimana?

Tentunya kita harus mengetahui lingkungan disekitar kita, seperti komunitas alamiah suatu tempat, akan tetapi ketika kita menambah skala pandangan kita manjadi local, nasional, atau scope internasional maka kemampuan kita sangatlah kurang.

Geographi Information System sebenarnya adalah akronim dari :

Geografi

Istilah ini digunakan karena GIS dibangun secara mendasar dari ‘geografi’ atau ‘spasial’. Object ini mengarah kepada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu object sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensional.
Saat ini teknologi komputer telah mampu membantu proses pemetaan melalui pengembangan dari automated cartography (pembuatan peta) dan Computer Aided Design (CAD).

Informasi

Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data. Dalam GIS informasi memiliki volume terbesar. Setiap object geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi semua data harus di asosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta manjadi intelligent. Ketika data-data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografi yang representatif maka data-data tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya meng-klik mouse pada objek. Namun ingat bahwa semua informasi adalah data tapi tidak semua data merupakan informasi.

System

Pengertian suatu sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah ini digunakan untuk mewakili pendekatan sistem yang digunakan dalam GIS,,,,,, dengan lingkungan yang compleks dan komponen yang terpisah-pisah maka sistem digunakan untuk mempermudah
pemahaman dan penanganan yang terintegrasi. Teknologi komputer sangat dibutuhkan untuk pendekatan ini jadi hampir semua sistem informasinya bedasarkan pada komputer.

Jadi Geographi Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan komputer yang berbasiskan pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi.

Read more »